TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)



Dunia pendidikan anak usia dini dipelopori oleh beberapa tokoh yang intens memperhatikan serta mempelajari tentang anak. Tokoh-tokoh tersebut mengemukakan teori yang digunakan atau menjadi landasan penyelenggaraan kegiatan pengembangan di lembaga PAUD. Tokoh-tokoh tersebut adalah sebagai berikut.


Ki Hajar Dewantoro 
Ki Hajar Dewantoro menyatakan bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan yang merupakan cara memberi ilmu pengetahuan dan kecakapan kepada anak-anak sehingga berguna bagi kehidupannya lahir dan batin. Dia juga berpendapat bahwa anak-anak adalah makhluk hidup yang memiliki kodratnya masing-masing dan pendidik hanya membantu anak mengembangkan kodratnya tersebut.

Martin Luther
 

Tokoh ini menekankan agar menggunakan sekolah sebagai sarana untuk mengajarkan anak membaca dan keluarga merupakan peletak dasar pendidikan bagi anak. Pendidikan dan sekolah merupakan tempat bagi anak untuk bersosialisasi dan sebagai sarana religius dan penegakan moral.

John Amos Comenius

Pendidikan harus dimulai sejak dini dan harus mengikuti perkembangan anak yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan seluruh indranya.

John Locke

John Locke pencetus  teori Tabula Rasa yang menganggap bahwa anak sebagai kertas putih yang dapat diisi dengan intervensi dari lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya lingkungan sangat berpengaruh dalam proses pembentukan seorang anak. Artinya adalah bahwa pengalaman yang diperoleh anak bersama dengan lingkungannya akan dapat menentukan karakter anak.

JJ Rousseau

Pendekatannya adalah bahwa pendidikan sebaiknya dikembalikan ke alam yang kemudian disebut naturalism. Dia juga menyarankan agar pendidikan jangan memberi batasan pada anak karena dapat menghambat perkembangan anak.

Pestalozzy

Pestalozzy menekankan pada pengembangan aspek sosial sehingga anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu menjadi anggota masyarakat yang berguna. Pandangan dasar pertama yang dikemukakannya menekankan pada pengamatan alam karena semua pengetahuan bersumber dari alam. Pandangannya yang kedua adalah menumbuhkan keaktifan jiwa raga anak sehingga anak mampu mengolah kesan pengamatannya menjadi suatu pengetahuan. Pandangannya menyatakan bahwa pembelajaran pada anak harus berjalan secara sistematis dan teratur setingkat demi setingkat dimulai dari yang sederhana menuju ke kompleks dan dari yang mudah ke yang sukar.

Froebel

Pandangan dasar yang dikemukakannya adalah pengembangan otoaktivitas sebagai prinsip utama pendidikan anak, yaitu anak harus didorong untuk aktif dalam setiap kesempatan. Pandangan kedua adalah kebebasan atau suasana merdeka sehingga anak akan dapat dengan leluasa mengembangkan otoaktivitasnya. Pandangan ketiga adalah pengamatan dan peragaan dimana seorang anak belajar melalui pengamatan atau peniruan sehingga pendidik harus dapat memperagakan atau menjadi contoh yang baik bagi anak.

John Dewey

Pandangannya menekankan pada minat anak. Penyusunan kurikulum harus berpusat pada anak.

Maria Montessori

Prinsip yang dikemukakanya antara lain sebagai berikut.
  1. Menghargai anak, artinya adalah bahwa proses pengembangan yang dilakukan pada anak usia dini harus memperhatikan keunikan yang dimiliki setiap anak.
  2. Absorbent mind (pemikiran yang cepat menyerap), artinya bahwa setiap informasi yang diterima anak melalui indranya akan sangat mudah terserap dalam diri anak, sehingga pendidik harus hati-hati dalam menyampaikan suatu konsep agar anak tidak salah dalam menyerapnya.
  3. Sensitive periods (masa peka), artinya bahwa seuatu kemampuan atau keterampilan akan dapat berkembang sangat optimal/pesat pada masa tertentu.  Proses ini akan mati dan tidak akan muncul lagi dimasa mendatang.

Jean Piaget

Pandangannya adalah bahwa seorang anak memiliki keterlibatan aktif dengan lingkungannya melalui pengalaman langsung dan perkembangan intelektual dalam diri seseorang akan berkembang secara terus menerus.

Howard Gardner

Howard Gardner menyampaikan teorinya tentang kecerdasan majemuk (multiple Intelligences) yang artinya bahwa setiap individu meungkin saja memiliki lebih dari satu kecerdasan dan apabila kecerdasan yang dimilikinya dikembangkan secara optimal akan menghasilkan kesuksesan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel